Penegak hukum dari Amerika dan Canada bekerja sama dalam menangkap seorang bocah Canada berumur 15 tahun dan menuntutnya melakukan serangan cyber denial-of-service tingkat tinggi.
Bocah yang tidak disebutkan nama aslinya karena alasan umur ini, menggunakan nick "Mafiaboy". Ia ditangkap pada tanggal 15 April dan dituntut dua hari kemudian setelah polisi menggeledah rumahnya.
Ini merupakan peringatan kepada web site-web site lainnya, bahwa seorang hacker tidak perlu mempunyai teknis yang sangat tinggi untuk melakukan perusakan.
Royal Canadian Mounted Police (RCMP) mengatakan bahwa hukuman untuk anak tersebut bisa termasuk 10 tahun penjara. Juru bicara RCMP mengatakan bahwa FBI telah menghubungi mereka pada awal februari ketika serangan dilakukan.
Berbeda dengan kejahatan umumnya, penjahat cyber tidak mengenal batas negara dan kedaulatan. Mafiaboy dituntut teruma karena serangan empat jam terhadap CNN.com pada tanggal 8 Februari. Polisi mengatakan bahwa anak ini menyombongkan serangannya di dalam chatroom dan area lainnya.
Serangan dilakukan dengan menggunakan satu komputer yang memerintahkan komputer-komputer "budak" di seluruh dunia. Komputer "budak" bisa digunakan tanpa sepengetahuan pemiliknya. Hacker membuat komputer-komputer ini mengirimkan banyak sekali data-data kesitus initernet dalam waktu yang singkat, yang akan menyebabkan web site korban menjadi berhenti bekerja. Ini sama saja dengan membuat jutaan orang menelpon ke nomor ke nomor yang sama.
Komputer di University of California di Santa Barbara (UCSB) digunakan unutk menyerang CNN. Kantor berita ABC News telah melaporkan bahwa penyidik menggunakan catatan log di komputer UCSB untuk melacak serangan yang dilakukan oleh Maficaboy.
Mafiaboy diduga juga meminta pendapat dari hacker lain tentang situs yang hendak diserang berikutnya. Serangan yang dilakukan selama tiga hari, meluluh lantakkan situs-situs utama seperti Yahoo! Amazon.com, eBay, CNN.com dan ZDNet. Kejadian ini mengejutkan kita karena menunujukkan betapa mudahnya seseorang bisa menyebabkan kerusakan yang sedimikan besarnya tanpa perlu mempunya kemampuan yang tinggi.
Kejadian yang mennghebohkan dunia ini walaupun diakui sebagai perkerjaan "tidak hebat" telah merugikan sekitar 1,2 Juta dolar menurut perkiraan dari Yankee Group.
Sang hacker akhirnya di penjara selama 8 bulan dan denda $160. Lucunya memang "pekerjaan biasa" ini tidak bisa dicegah oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia dan sampai saat inipun tetap menjadi sebuah ancaman terbesar dunia internet.
A. Apa dan Bagaimana Serangan DDoS
Distributed Denial of Service (DDoS) adalah serangan (attack) yang diluncurkan untuk meniadakan servis (serangan terhadap availability). Atau dengan kata lain DoS dapat dikatakan aktifitas menghambat kerja sebuah layanan (servis) atau mematikannya, sehingga user yang berhak/berkepentingan tidak dapat menggunakan layanan tersebut.
Hacker yang melancarkan serangan DDoS, haruslah mempunyai banyak komputer yang siap diperintahkan. Komputer-komputer ini dinamakan sebagai zombie, slave atau budak. Hacker akan memerintah komputer zombie melalui komoputer perantara yang dinamakan sebagai Master.
Ketika sang hacker hendak melakukan serangan DDoS, ia hanya perlu masuk ke komputer yang bertindak sebagai Master ini, kemudian memberikan perintah dari situ. Semua komputer zombie yang mendengarkan perintah dari 'tuannya', akan segera melakukan serangan terhadap komputer korban yang ditentukan oleh sang hacker.
Dengan cara seperti inilah, serangan DDoS (Distributed Denial of Service) dilakukan. Karena sernagna ini melibatkan banyak sekali komputer penyerang yang terdistribusi dimana-mana namun dengan satu sasaran, maka dinamakan "DIstributed" DoS.
B. EFEK DARI SERANGAN DDOS
Efek dari serangan DDOS sangat menganggu pengguna internet yang ingin mengunjungi situs yang telah diserang menggunakan DDOS. Situs yang terserang DDOS sulik untuk diakses bahkan mungkin tidak bisa untuk diakses. Kesulitan pengaksesan sebuah situs diinternet bisa saja merugikan bagi sebagian orang yang bisnisnya sangat tergantung kepada layanan internet.
Secara umum end user atau korban serangan DDOS ini hanya sadar bahwa serangan seperti ini hanya merupakan gangguan yang memerlukan restart system.
Serangan DDOS ini juga dapat merupakan pengalihan point of view dari si hacker
untuk mendapatkan informasi penting yang ada. Pada dasarnya serangan DOS ini
merupakan rangkaian rencana kerja yang sudah disusun oleh hacker dalam mencapai
tujuannya yang telah ditargetkan[06].
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa serangan DDOS tidak semata-mata hanya untuk membuat web server kelebihan beban akan tetapi merupakan sebuah taktik untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan itu bisa saja persaingan bisnis supaya layanan dari situs saingan terhambat.
*berita diambil dari : http://www.zdnet.com/news/mafiaboy-busted-in-dos-attacks/106961
B. EFEK DARI SERANGAN DDOS
Efek dari serangan DDOS sangat menganggu pengguna internet yang ingin mengunjungi situs yang telah diserang menggunakan DDOS. Situs yang terserang DDOS sulik untuk diakses bahkan mungkin tidak bisa untuk diakses. Kesulitan pengaksesan sebuah situs diinternet bisa saja merugikan bagi sebagian orang yang bisnisnya sangat tergantung kepada layanan internet.
Secara umum end user atau korban serangan DDOS ini hanya sadar bahwa serangan seperti ini hanya merupakan gangguan yang memerlukan restart system.
Serangan DDOS ini juga dapat merupakan pengalihan point of view dari si hacker
untuk mendapatkan informasi penting yang ada. Pada dasarnya serangan DOS ini
merupakan rangkaian rencana kerja yang sudah disusun oleh hacker dalam mencapai
tujuannya yang telah ditargetkan[06].
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa serangan DDOS tidak semata-mata hanya untuk membuat web server kelebihan beban akan tetapi merupakan sebuah taktik untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan itu bisa saja persaingan bisnis supaya layanan dari situs saingan terhambat.
*berita diambil dari : http://www.zdnet.com/news/mafiaboy-busted-in-dos-attacks/106961

berdasarkan kasus ini, dapat kita simpulkan bahwa ternyata untuk melakukan kejahatan cyber tidak perlu memiliki keahlian yang tinggi serta pengalaman di bidang cybercrime.
BalasHapusbuktinya anak 15 tahun sudah bisa membobol situs-situs internasional yang harusnya memiliki keamanan yang lebih baik dari biasanya.
Benar sekali dengan menggunakan beberapa software yang free di internet kita bisa melakukan hal yang sama seperti Mafiaboy.
BalasHapuscontoh software yang bisa digunakan untuk melakukan serangan DDoS:
1. The Tribal Flood Network (TFN).
TFN ini diciptakan oleh hacker yang cukup terkenal pada kalangan underground
yang bernama Mixter. Aplikasi ini memungkinkan penyerang membuat flood
connection dengan menggunakan protocol yang ada pada TCP/IP.
2. Trin00
Software ini menggunakan UDP untuk mengirimkan flood packets network.Program ini tidak bagus untuk digunakan karena master dan daemon
berhubungan dengan clear text.
3. Stacheldraht
Nama program ini dalam bahasa Jerman yang berarti “Barb Wire”. Sama sepeti TFN software ini menggunakan UDP, TCP, ICMP dalam menciptakan rootshell pada port port yang ada. Menggunakan komunikasi encrypt antar master dan daemon. Memiliki kemampuan mengupdate daemonnya sendiri secara otomatis. Maka dari itu program ini paling effisien dan cukup berbahaya.
Komunikasi antara master dan agent menggunakan ICMP dan TCP sedangkan TFN hanya menggunakan ICMP.
4. TFN2K
Di realease pada tgl 21 Desember 1999. Seperti halnya Stacheldraht program ini meng encrypt tranmision. Berjalan pada platform Windows NT. Tetapi program ini lebih mudah di trace pada daemonnya.
Perkembangan teknologi sangatlah pesat.Berdasarkan kasus diatas ternyata perkembangan teknologi tidak hanya berdampak positif bisa juga berdampak negatif seperti contoh pada serangan DDOS tersebut.
BalasHapusseperti yang Pak Salman bilang (bukan bung salman), kecenderungannya sekarang itu teknologinya semakin canggih dan skill dari pelakunya tidak perlu expert. klo dulu blm ada software yg canggih jadinya harus punya skill yang tinggi.
BalasHapusdari tulisan anda menunjukkan bahwa persaingan bisnis saat ini sangat ketat.
BalasHapussalah satu caranya adalah dengan menjatuhkan situs perusahaan saingan sehingga konsumen tidak dapat mengakses situs perusahaan tersebut kemudian konsumen akan mencari situs lain yang bisa diakses.
nice gan :D
menarik sekali, bocah 15 tahun bisa melakukan hal seperti ini. Inilah perkembangan teknologi.
BalasHapusprinsip DDoS ternyata sederhana ya, kalau diibaratkan toko, penyerangan dilakukan dengan mengajak rekan2 satu kampung untuk datang ke satu toko bareng2 tapi kerjaannya cuma menuh2in dan nggak beli apa2.
kalau boleh bertanya, sebenarnya apa sih komputer zombie itu?
nah bagaimana sih pelaku DDoS ini mendapatkan atau membuat banyak komputer menjadi komputer-komputer zombie?
lah itu anak kecil bisa-bisanya...
BalasHapustapi penegakan hukum disana kuat sekali ga liat siapapun, langsung ditangkap.
DDos intinya membuat acces menjadi lebih lamban, kyknya ada yang konsepnya mirip seperti ini deh....
DDos itu kaya kejahatan tanpa hukuman, simple tp mematikan
BalasHapus@wegaclubban
BalasHapuscomputer zombie itu computer yang digunakan oleh seorang hacker yang dapat diperintah sesuka hati untuk membuat situs manapu yang tidak mempunyai bandiwdh yang sebanding dengan banyaknya computer zombie untuk down.
ada banyak cara untuk menjadikan sebuat computer menjadi zombie salah satunya dengan mengambil sebuah server dan mengamankannya agar tidak diketahui oleh pemiliknya atau dengan menggunakan bantuan worm yang dimana worm tersebut sudah di setting untuk melakukan secara otomatis pencarian korban.
selain itu zombie tidak hanya digunakan untuk DDoS saja tapi bisa digunakan sebagain spammer, pay per click, dan sebagainya.
kalau merekrut zombie itu bisa pake conficker juga ga? denger denger dulu pas jaringan ui kena banyak komputer di jadiin komputer
BalasHapuszombie ya